Bupati dan Ketua PKK Kab. Probolinggo

Peresmian Gedung SMA Negeri 1 Maron.

Drs. Mustari, M.Pd

Kepala SMAN 1 Maron, Pelepasan Siswa Kelas XII Tapel. 2011/2012.

Penampilan Tari Glipang

Siswa SMAN 1 Maron dalam Peresmian Gedung Baru.

Kegiatan Praktek Siswa

Siswa Kelas XI IPA Melaksanakan Praktek Fisika.

Workshop Kesehatan

Kegiatan OSIS, Workshop Kesehatan Oleh Tim Puskesmas Maron .

Tim Futsal SMA Negeri 1 Maron

Turnamen Futsal Dalam Rangka Hari Jadi Kab. Probolinggo .

Diklat Guru TIK

Pelatihan TIK (Learning Managemen System) di Batu Malang .

KBM SMA Negeri 1 Maron

Siswa Kelas X B melaksanakan kegiatan KBM di Kelas .

Drs. Mustari, M.Pd

Kepala SMAN 1 Maron Dalam Sambutan Peresmian Gedung Baru .

Personalia SMA Negeri 1 Maron

Rekreasi ke Tanjung Papuma Jember dan Banyuwangi .

Senin, 04 Maret 2013

SBMPTN Diluncurkan 15 Maret 2013

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 direncanakan akan diluncurkan pada 15 Maret 2013 mendatang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. SBMPTN 2013 adalah mekanisme seleksi masuk ptn  melalui ujian tertulis dan atau keterampilan yang dilaksanakan secara serentak di 62 PTN.
“Siswa atau masyarakat bisa mengakses informasi terkait SBMPTN mulai 30 April,” kata Humas Panitia SNMPTN Bambang Hermanto di Kemdikbud, Jumat (1/03/2013).
Pendaftaran SBMPTN, kata Bambang, dilakukan secara online seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Peserta yang boleh mengikuti adalah lulusan tahun 2013, 2012, dan 2011.
Bambang mengatakan, daya tampung setiap perguruan tinggi masih dalam pembahasan. Jumlahnya, kata dia, tergantung dari rasio dosen dan mahasiswa, kapasitas ruang kelas dan lain sebagainya. “Harapan Pak Menteri daya tampung pt melalui jalur apapun seleksinya naik 10 persen,” katanya.
Bambang menyebutkan, ada tiga pola penerimaan masuk PTN yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri. Dia menjelaskan, bagi ptn yang hanya menyelenggarakan dua pola yaitu SNMPTN dan SBMPTN saja, komposisi rata-rata nasional penerimaannya 60:40.
Adapun bagi ptn yang menyelenggarakan tiga pola sekaligus, porsinya 50:30:20. “ITB dan UNPAD sejak tahun lalu tidak menyelenggarakan lagi seleksi mandiri,” katanya. (ASW).

Sumber berita : www.kemdikbud.go.id

Guru Siap Laksanakan Kurikulum 2013

Dari sejumlah dialog di berbagai daerah, para guru menunjukkan kesiapannya melaksanakan kurikulum 2013. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, usai mengisi kegiatan sosialisasi Kurikulum 2013 di Kampus Yayasan Pendidikan Tinggi NU, Jepara, Minggu (3/2/2013).
Kesiapan itu, menurut Mendikbud, selalu ditampakkan para guru yang mengikuti dimanapun sosialisasi Kurikukum 2013 dilakukan, antara lain di Mataram, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Gresik, tak terkecuali di Jepara.
Kesiapan para guru ini merupakan modal yang sangat mahal untuk pelaksanaan Kurikulum 2013, ujar Mendikbud. Menurut mantan rektor ITS ini, setelah memahami apa dan bagaimana Kurikulum 2013, para guru memperlihatkan antusiasmenya.
Dari pantauan di lapangan, seperti dalam sosialisasi di daerah lain, para guru yang mengikuti sosialisasi di Jepara pun mengekspresikan sikap gembira begitu mengetahui beban mereka akan jauh lebih ringan. Mereka langsug bertepuk tangan ketika tahu bahwa dalam Kurikulum 2013 mereka tidak akan dibebani oleh penyusunan silabus.
Dalam desain Kurikulum 2013, tugas guru memang akan lebih diutamakan menyampaikan materi pelajaran, sementara pembuatan silabus disiapkan pemerintah. Demikian pula pengadaan buku atau materi pembelajarannya.
Siap Dilatih
Dengan kondisi seperti itu, Mendikbud menilai bahwa para guru sudah siap untuk dilatih dengan Kurikulum 2013. Para guru dapat dikatakan sudah memahami desain dan arah kurikulum ini.
Jadi memang guru belum dilatih. Yang kita lakukan sekarang baru woro-woro bahwa kurikulum akan berubah, kata Menteri Nuh. Dalam woro-woro ini, ia menjelaskan, sekurangya ada empat aspek yang dijelaskan kepada para guru khususnya dan publik pada umumnya. Pertama, alasan mengapa kurikulum berubah. Kedua, logika yang dipakai dalam mengubah kurikulum. Ketiga, apa saja isi kurikulum yang berubah. Terakhir, bagaimana proses perubahan itu dilakukan.
Jadi baru woro-woro, belum pelatihan, ujar Menteri. Pelatihannya sendiri, masih nanti ketika kurikulum 2013 sudah jadi. Sementara ini tim penyusun kurikulum masih merampungkan pembuatan buku pedoman guru maupun buku teks untuk para siswa. Buku-buku inilah beserta cara mengajarkannya yang antara lain akan menjadi materi pelatihan.
Woro-woro di Jepara sendiri diikuti oleh ratusan guru dan kepala sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara, dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutannya mendukung penerapan Kurikulum 2013. 
Sumber berita www.kemdikbud.go.id

BSE (Buku Sekolah Elektronik)

Silahkan Download Buku Sekolah Elektronik Berikut :
http://bse.kemdiknas.go.id/#
Kelas X :
1. Bahasa Indonesia : http://bse.kemdiknas.go.id/index.php/buku/details/20090904002904/download

Kelas XI :
1. Bahasa Indonesia : http://bse.kemdiknas.go.id/index.php/buku/details/20090904094257/download

Kelas XII :
1. Bahasa Indonesia : http://bse.kemdiknas.go.id/index.php/buku/details/20090904094403/download


BINTANG melambangkan Ketuhanan, sila pertama Pancasila. Artinya kita sebagai warga Negara Indonesia percaya adanya Tuhan YME.
BENDERA merah putih melambangkan kebangsaan dan nasionalisme, berjiwa merah putih, sebagai lambang tertinggi negara.
SAYAP melambangkan kecepatan siswa maupun guru di SMAN 1 Maron dalam mengakses segala informasi, kecepatan siswa dalam berpikir, kecepatan memecahkan masalah atau memberi solusi, kecepatan untuk mengikuti perkembangan jaman disertai dengan IMTAQ. Kecepatan di sini maksudnya kecepatan dalam berpikir, kecepatan dalam berkarya, kecepatan dalam berkreasi sehingga siswa mampu mengejar kemajuan dunia saat ini.
SEGITIGA tengah melambangkan tiga pilar pendidikan yang meliputi logika, etika dan estetika. Logika adalah kemampuan siswa dalam berpikir yang cerdik dan faktual. Etika adalah perilaku yang dimiliki oleh siswa yang sesuai dengan nilai dan norma. Estetika adalah nilai keindahan yang dimiliki oleh siswa yang bersangkutan dengan nurani. Makna secara umum yaitu bahwa siswa yang sangat pandai sekalipun harus memiliki sopan santun terhadap orang lain dan tetap menjaga nilai-nilai dan norma serta tetap memiliki nilai keindahan, karena tanpa nilai estetika hidup seseorang akan terasa hampa.
BUKU melambangkan sumber ilmu pengetahuan. Tanpa membaca buku kita tidak akan memperoleh ilmu pengetahuan karena buku memang merupakan gudang ilmu yang dapat membawa kita untuk dapat membuka jendela dunia.
PENA merupakan suatu alat yang dapat menunjang suatu proses dan Pena melambangkan adanya proses belajar mengajar.
LINGKARAN DALAM melambangkan warga SMAN 1 Maron bisa mengikuti perkembangan di dunia, atau bisa ikut bersaing dan mengikuti perkembangan jaman di era Globalisasi.
LINGKARAN LUAR bertuliskan SMAN 1 MARON KAB. PROBOLINGGO melambangkan adanya ikatan kebersamaan dan kebulatan tekad demi tujuan bersama dan melambangkan jati diri dimana kita berada serta persaudaraan antar keluarga SMAN 1 Maron.
KUNTUM BUNGA TERATAI yang berjumlah lima melambangkan kelima Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara.
WARNA DASAR BIRU PADA LOGO, sebagai lambang luasnya ilmu pengetahuan yang tanpa batas, sekaligus lambang laut yang selalu bergelora, dinamis, tidak pernah berhenti, juga berarti kehidupan masyarakat yang luas. (Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan, Damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, keteguhan, kewibawaan, dan kesabaran.)
WARNA  ORANGE PADA SAYAP, melambangkan dinamika sekolah. Maksudnya di tingkat SMA para siswa tidak semuanya berpikiran sama, tiap siswa mempunyai pikiran masing – masing dimana dalam tingkat ini para siswa atau remaja sedang dalam proses mencari jati diri masing – masing. Sekolah tidak melupakan hal itu, oleh sebab itu sekolah menyediakan fasilitas bagi para murid untuk mencari jati dirinya, mencari bakat yang dimiliki oleh dirinya yang dapat disalurkan melalui kegiatan yang positif yaitu Pengembangan Diri.
WARNA PUTIH PADA BUKU DAN BENDERA,  Bersih, natural, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian.
WARNA MERAH PADA BENDERA, Keberanian, semangat, dan pantang menyerah.
WARNA HITAM PADA TULISAN,  Power, Kecanggihan, Keanggunan, dan Independen, Berwibawa, Disiplin, dan Berkemauan keras.
WARNA KUNING PADA BINTANG, Optimis, Harapan, Filosofi, pencerahan dan intelektualitas.
     WARNA HIJAU PADA , Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan.

Karya : Muhlas Fauzi, S.Pd
Pada Tanggal : 29 Februari 2013